Bagi saya, membangun rumah bukan semata soal beton, angka, atau target unit. Rumah adalah titik awal peradaban, tempat nilai keluarga dibentuk, masa depan anak-anak dipersiapkan, dan martabat kehidupan dijaga. Keyakinan inilah yang mendorong keterlibatan saya secara aktif sebagai Ketua Tim Program di DPP Pengembang Indonesia dalam mengawal Program Rumah Pro Rakyat.
Program Rumah Pro Rakyat lahir dari kesadaran bahwa persoalan perumahan di Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa. Backlog perumahan, keterbatasan daya beli, tantangan regulasi, serta ketimpangan kualitas pembangunan membutuhkan kepemimpinan, keberanian berpikir, dan kolaborasi lintas sektor. Dalam peran saya, fokus utama bukan hanya mengejar kuantitas pembangunan, tetapi menghadirkan rumah yang layak, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Sebagai Ketua Tim Program, saya memimpin perumusan arah strategis yang menjembatani kepentingan masyarakat, kapasitas pengembang, dan visi pembangunan nasional. Saya percaya bahwa pengembang bukan sekadar pelaku bisnis, tetapi agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan hunian yang manusiawi, legal, dan bernilai jangka panjang.
Melalui program ini, saya mendorong terbentuknya ekosistem pengembang yang lebih profesional—pengembang yang memahami keuangan, legalitas, tata kota, dan keberlanjutan, tanpa kehilangan nurani sosialnya. Saya terlibat langsung dalam proses penguatan pengembang daerah, penyelarasan standar pembangunan, serta pengembangan model bisnis rumah rakyat yang sehat dan dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi saya, keberhasilan Program Rumah Pro Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang terbangun, tetapi dari kehidupan yang tumbuh di dalamnya. Dari keluarga yang merasa aman memiliki tempat tinggal, dari anak-anak yang tumbuh dengan harapan, dan dari komunitas yang terbentuk secara bermartabat.
Keterlibatan saya dalam program ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui sektor properti. Saya percaya bahwa ketika rumah dibangun dengan visi, nilai, dan tanggung jawab, maka kita tidak hanya membangun hunian—kita sedang membangun masa depan Indonesia.